Senin, 24 Januari 2011

UFO di Indonesia ???

Ada fenomena alam lagi di Indonesia yang menggegerkan rakyat Indonesia , yaitu terbentuknya lambang UFO di persawahan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. warga menduga lambanbg tersebut berasal dari pendaratan pesawat Unidentified Flying Object (UFO) di Sleman, Yogyakarta, ternyata baru pertamakali muncul di Indonesia. Dalam sejarah, lingkaran aneh yang dikenal sebagai crop circle ini lebih sering muncul di eropa.

Situs ensiklopedia bebas terbesar, Wikipedia, Senin (24/1/2011), menulis bahwa 90 persen lingkaran aneh tersebut lebih sering terjadi di kawasan Inggris bagian selatan. Kemunculan crop circle ini semakin meningkat setelah tahun 1970-an.

Setidaknya sebanyak 26 negara pernah melaporkan adanya crop circle. Negara-negara tersebut seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, namun tak ada laporan serupa dari Indonesia.

Wikipedia juga menulis aneka macam praduga terkait pembentukan lingkaran aneh ini. Dari mulai dibuat dengan menidurkan tanaman dengan ikatan tali sampai dengan pemotong rumput.

Beberapa crop circle, menurut Wikipedia, juga dibuat dengan sengaja oleh perusahaan sebagai iklan produk mereka. Ada juga orang-orang yang membuat crop circle untuk sekedar berunjukrasa.

Sebelumnya diberitakan, warga Sleman, Yogyakarta, dihebohkan oleh tanda misterius di persawahan yang muncul usai angin kencang. Warga setempat meyakini tanda yang berbentuk lingkaran raksasa tersebut sebagai pendaratan  pesawat 'UFO' dari planet lain.

Lambang tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter. Di tengah lingkaran raksasa tersebut terdapat lambang misterius. Tanda tersebut dibentuk oleh hamparan padi yang rebah setelah angin kencang tersebut.

Pihak Kepolisian pun membenarkan munculnya lambang misterius 'UFO' tersebut. Polisi bahkan sudah mengabadikan peristiwa langka tersebut.

Untuk membuktikan kebenaran tersebut Kementerian Pertahanan siap meneliti crop circle yang terbentuk di persawahan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Para ahli pun akan dilibatkan dalam penelitian itu.

"Kita akan teliti, kondisi sebenarnya di lapangan, untuk saat ini kita tidak mengatakan apakah itu," kata Dirjen Pertahanan Nasional Mayjen TNI Puguh Santoso usai mengisi kuliah tamu di Universitas Brawijaya, Malang, Senin (24/1/2011).

Menurut Puguh, ahli yang akan dilibatkan antara lain ahli sains, teknologi, serta ahli yang terkait dengan kondisi tersebut. "Para ahli akan kita ajak semua untuk meneliti penyebab dari lingkaran itu," katanya.

Puguh mengatakan, penelitian itu akan dilakukan untuk memastikan bagaimana crop circle itu bisa terbentuk. Apakah itu dibuat oleh manusia atau benar-benar jejak UFO seperti yang banyak dipercaya orang.

"Agar pasti, data di lapangan kita kuatkan. Apakah itu karena manusia, atau imbas dari
fenomena alam serta teknologi," kata Puguh.

Seperti diberitakan, sebuah lingkaran menyerupai crop circle terbentuk di atas tujuh hektar lahan persawahan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. 

Lingkaran 'UFO' yang dikenal sebagai crop circle ini menghebohkan warga sejak Minggu kemarin. Mereka heran melihat lingkaran simetris di sawah milik Ngadiran, padahal lingkaran itu belum ada pada Sabtu (22/1) lalu.

Lingkaran itu terbentuk karena posisi padi rebah berputar ke arah kanan. Padi yang masih berdiri setinggi sekitar 60-70 cm, sedangkan yang rebah setinggi sekitar 50 cm. Lingkaran itu hingga kini masih misterius. Sejumlah ahli percaya crop circle itu buatan manusia.

"Tidak ada mekanisme eletromagnetik membentuk pola. Padi tidak berpenguruh pada eletromagnetik.  Tidak, bukan karena SUTET," ujar Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin kepada detikcom, Minggu (23/1/2011).

Djamaluddin yakin bahwa lambang misterius itu dibuat oleh manusia. Hal itu karena di negara lain yang pernah terjadi hal serupa pada akhirnya terungkap bahwa yang melakukan adalah manusia.

"Apakah daerah itu jauh dari pemukiman warga ? maka mungkin itu rekayasa karena tidak ada saksi. Kalaupun dekat dengan pemukiman warga, berarti itu dilakukan tanpa sepengetahuan warga sekitar," paparnya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan penyebabnya adalah faktor alam seperti angin puting beliung, Djamal juga membantah hal itu.

"Kalau lihat dari gambar, puting beliung tidak mungkin membentuk pola yang rapi. Tidak mungkin alam yang membentuk pola serapi ini," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Sleman, Yogyakarta, dihebohkan oleh tanda misterius di persawahan yang muncul usai angin kencang. Warga setempat meyakini tanda yang berbentuk lingkaran raksasa tersebut sebagai pendaratan  pesawat 'UFO' dari planet lain.

Lambang tersebut berbentuk lingkaran berdiameter 70 meter. Di tengah lingkaran raksasa tersebut terdapat lambang misterius. Tanda tersebut dibentuk oleh hamparan padi yang rebah setelah angin kencang tersebut.

Pihak Kepolisian pun membenarkan munculnya lambang misterius 'UFO' tersebut. Polisi bahkan sudah mengabadikan peristiwa langka tersebut.

 
Untuk lebih jelas , lihat gambarnya :
 

0 komentar:

Posting Komentar